Program terapi karantina dirancang dengan intensitas dan jadwal yang terstruktur, yaitu pelaksanaan terapi 3 kali sehari: pagi, siang, dan sore.
Pola ini memungkinkan peserta mengikuti rangkaian terapi secara lebih teratur, dengan waktu istirahat dan aktivitas yang telah disesuaikan selama masa karantina. Setiap sesi dilakukan sesuai tahapan program dan diarahkan untuk memberikan proses terapi yang lebih fokus, konsisten, dan terpantau.
Dengan pengalaman dalam menangani peserta, program ini disusun untuk membantu menciptakan proses yang lebih terarah dan optimal dalam mencapai tujuan terapi.