Program terapi karantina dilengkapi dengan evaluasi harian dan uji materi secara berkala untuk mengukur perkembangan peserta secara objektif, bukan sekadar mengandalkan proses terapi.
Peserta menjalani pengujian menggunakan 200 plate, dengan materi yang dirangkum dari pola dan jenis pengujian yang digunakan dalam seleksi TNI AD, TNI AL, TNI AU, POLRI, dan ASN. Jumlah ini memberikan cakupan materi yang lebih luas dibandingkan pengujian seleksi yang umumnya menggunakan sekitar 20 plate secara acak.
Sistem kami tidak berorientasi pada hafalan. Peserta diuji secara berkala dengan variasi materi untuk melihat konsistensi kemampuan dalam mengenali plate.
Seluruh hasil pengujian dan evaluasi dicatat dan terdokumentasi, sehingga perkembangan peserta dari waktu ke waktu dapat dibandingkan dan dipantau secara lebih jelas.
Setelah menjalani terapi, hasil evaluasi dibandingkan dengan pengujian sebelumnya untuk mengetahui persentase perkembangan peserta. Dengan sistem uji, evaluasi, terapi, dan uji kembali, perkembangan dapat dipantau secara lebih terukur.