Untuk menilai adanya gangguan penglihatan warna, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan berbagai metode dengan karakteristik dan tujuan yang berbeda. Dua metode yang cukup dikenal dalam pemeriksaan penglihatan warna adalah Ishihara Color Test dan Hardy-Rand-Rittler (HRR). Keduanya sama-sama digunakan untuk mengevaluasi kemampuan seseorang dalam mengenali dan membedakan warna, tetapi memiliki desain, prinsip pemeriksaan, serta cakupan deteksi yang berbeda.
Memahami perbedaan antara Ishihara dan HRR penting agar seseorang tidak menganggap semua tes buta warna memiliki fungsi dan tingkat kemampuan deteksi yang sama. Pemilihan metode pemeriksaan dapat disesuaikan dengan tujuan evaluasi dan kondisi yang ingin diketahui. Berikut perbedaan utama antara Ishihara dan HRR:
Tes Ishihara merupakan salah satu pemeriksaan penglihatan warna yang paling dikenal dan banyak digunakan sebagai tes skrining untuk mendeteksi defisiensi warna merah-hijau. Pemeriksaan ini menggunakan pseudoisochromatic plates, yaitu lembaran yang terdiri dari kumpulan titik-titik berwarna dengan susunan tertentu sehingga membentuk angka, simbol, atau pola yang dapat dikenali oleh orang dengan persepsi warna tertentu.
Pada pemeriksaan, peserta diminta mengidentifikasi angka atau bentuk yang terdapat pada pola titik tersebut. Perbedaan kemampuan dalam mengenali pola dapat memberikan indikasi adanya gangguan persepsi warna, khususnya pada spektrum merah–hijau.
Ishihara dikenal karena praktis, relatif cepat, dan efektif sebagai pemeriksaan awal atau skrining. Penelitian yang dipublikasikan dalam Ophthalmic and Physiological Optics juga menunjukkan bahwa Ishihara merupakan salah satu tes yang paling banyak digunakan untuk mengidentifikasi defisiensi warna merah-hijau.
Namun, penting dipahami bahwa Ishihara pada dasarnya merupakan tes skrining, bukan pemeriksaan yang dirancang untuk mengevaluasi seluruh jenis defisiensi penglihatan warna. Cakupan utamanya adalah gangguan merah-hijau, sehingga apabila diperlukan penilaian yang lebih luas atau lebih mendalam, pemeriksaan lain dapat digunakan sesuai kebutuhan. National Eye Institute juga menjelaskan bahwa apabila hasil color plate test belum jelas, dokter mata dapat menggunakan pemeriksaan penglihatan warna lainnya.
Dengan demikian, Ishihara sangat berguna untuk mendeteksi kemungkinan adanya defisiensi warna merah–hijau, tetapi hasilnya perlu dipahami sesuai tujuan dan konteks pemeriksaan.
Hardy-Rand-Rittler (HRR) merupakan pemeriksaan penglihatan warna menggunakan pseudoisochromatic plates yang dirancang tidak hanya untuk mendeteksi gangguan merah-hijau (protan dan deutan), tetapi juga dapat membantu mendeteksi gangguan biru-kuning (tritan). Berbeda dengan Ishihara yang terutama berfokus pada defisiensi merah-hijau, HRR memiliki cakupan yang lebih luas dalam mengidentifikasi jenis defisiensi penglihatan warna.
Dalam pemeriksaannya, peserta diminta mengenali simbol atau bentuk tertentu yang terdapat pada pola titik-titik berwarna. Selain mendeteksi adanya gangguan, HRR juga memiliki bagian yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis dan memperkirakan tingkat keparahan defisiensi penglihatan warna.
Salah satu keunggulan HRR adalah kemampuannya mendeteksi defisiensi merah–hijau sekaligus biru-kuning. Penelitian validasi terhadap HRR edisi Richmond menunjukkan bahwa tes ini memiliki kemampuan yang baik dalam mendeteksi defisiensi penglihatan warna dan dapat membantu membedakan tipe protan dan deutan.
Namun, HRR tetap merupakan alat pemeriksaan penglihatan warna, bukan satu-satunya dasar untuk menentukan diagnosis atau tingkat kemampuan penglihatan warna seseorang. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan lanjutan seperti Farnsworth D-15 atau anomaloskop dapat diperlukan untuk memperoleh penilaian yang lebih komprehensif.
Tidak tepat jika dikatakan salah satunya selalu lebih sulit. Tingkat kesulitan bergantung pada jenis dan tingkat gangguan penglihatan warna seseorang.
Namun, dari sisi pemeriksaan, HRR lebih kompleks dan lebih panjang karena tidak hanya mencari gangguan merah–hijau, tetapi juga dapat mengevaluasi gangguan biru-kuning serta memberikan klasifikasi tertentu.
Beberapa penelitian juga menunjukkan HRR memiliki keunggulan dibandingkan Ishihara dalam mendeteksi gangguan penglihatan warna yang didapat, misalnya yang berkaitan dengan gangguan saraf optik. Namun, keduanya memiliki fungsi dan tujuan pemeriksaan yang berbeda.
Ishihara = lebih sederhana dan cepat untuk skrining merah-hijau.
HRR = lebih lengkap karena dapat menilai merah-hijau dan biru-kuning serta tingkat gangguan.
Jika hasil salah satu tes menunjukkan adanya gangguan, pemeriksaan sebaiknya dikonfirmasi dengan pemeriksaan penglihatan warna oleh tenaga medis dan, bila diperlukan, menggunakan metode pemeriksaan lain. Jangan hanya mengandalkan satu tes atau mencoba menghafalkan jawabannya. Yang terpenting adalah mengetahui kondisi penglihatan warna Anda secara objektif.